5 Tips Menulis Artikel Travel di Blog

Banyak di antara teman-teman bloger menyisipkan menulis artikel travel atau kisah perjalanan dalam salah satu kategori atau label pada blog. Walaupun tidak tertutup kemungkinan, blog teman-teman ini memang nichenya tentang wisata (travel blog). Ada juga yang menggabungkan antara wisata dan kuliner. Sebagai author personal blog dengan niche gado-gado alias kerennya lifestyle gini, saya juga menyisipkan artikel travel di blog. Menulis artikel travel, kisah jalan-jalan, atau obyek wisata memang selalu menarik untuk diceritakan suka-dukanya.
Berikut apa saja yang perlu teman-teman lakukan sebelum mulai menulis artikel tentang wisata atau travel:

Research

Memang sih, namanya akan menulis artikel travel, kita harus jalan-jalan pergi ke suatu tempat kemudian menuliskan apa saja tentang obyek wisata tersebut. Sebaiknya sebelum bepergian, kita sudah melakukan riset pada tempat yang akan kita kunjungi tersebut. Sekarang ini dimudahkan karena, kita bisa mencarinya dari internet atau buku. Justru kalau kita tidak melakukan riset terlebih dahulu malah rawan misinformasi. Riset awal tersebut mengenai perjalanan dan/atau obyek wisata yang ingin kita tulis atau potret.Riset apa yang akan kita tulis erat kaitannya dengan topik travel yang akan kita tulis di blog.ada 8 topik yang bisa kita angkat untuk ditulis yaitu: Destinasi,Minat Khusus ,Perjalanan,Kumpulan Wisata (Round-Up Peristiwa Sejarah ,Persitiwa Terkini,Saran-saran Perjalanan dan Esai Pribadi

Outline

Membuat outline atau kerangka penulisan yang teman-teman sudah biasa lakukan untuk semua artikel. Diawali dengan pendahuluan, badan artikel, lalu penutup. Jangan lupa, untuk penutup, buat yang interaktif. Biasanya sebuah artikel blog juga dilanjutkan dengan blogwalking, maka sering di akhir paragraf ada pertanyaan ke para pembaca.

Cara membuat outline yang mudah bisa dibuat dengan membuat mindmap. Dari mindmap inilah diturunkan menjadi poin-poin sub heading pada artikel

Explore

Travel writing atau menulis kisah perjalanan atau segalanya yang berkaitan dengan obyek wisata perlu explorasi atau menjelajah seluas-luasnya. Kisah bisa dimulai dari berburu tiket moda transportasi, berburu akomodasi, hingga cara menata koper atau ransel yang kompak.

Sesampainya di tempat tujuan mau tidak mau, mata harus jelalatan. Ada saja hal-hal yang kita jumpai dan tak terduga, bisa menjadi kisah perjalanan yang menarik.
Contohnya, saya kalau di tempat baru, diusahakan bangun pagi, jalan-jalan di sekitar penginapan, atau mencari pasar tradisional. Kegiatan pasar selalu menarik untuk diulas, baik itu pasar tradisional di dalam maupun di luar negeri.

Write

Langkah selanjutnya, menulis, menulis, dan menulis. Berapa kata? Ya seleluasa dan selengkapnya, dan Cara praktis menulis tentang wisata, malah bisa dari mengumpulkan foto-foto terlebih dahulu dan memilahnya. Dari hasil-hasil foto inilah teman-teman mengangkat kisahnya.
Jangan lupa, setiap foto diberi nama file terlebih dahulu. Jangan biarkan nama file tetap nama file kamera,

Publish

Sebelum publish suatu kewajiban untuk self-editing terlebih dahulu artikel. Cek tulisan, baca lagi, kata-katanya berulang-ulang atau tidak. Paragraf apakah terlalu panjang dan cek tipo (kesalahan ketik)
Cek juga alt image dan title image. Kalau gambar atau fotonya banyak, nama tiap foto harus berbeda. Karena alt image harus mengandung kata kunci (keyword) agar terbaca oleh mesin pencari Google.

Penutup

Kalau semua sudah beres, silakan artikelnya diunggah. Jangan lupa bagikan ke media sosial yang kalian miliki atau mengikuti blogwalking.

Semoga bermanfaat…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *